noealif, bukan nama asli. Seorang pegawai honorer yang sering usil, suka ngedesain juga suka sama kamu, iya kamu. Hobi koleksi batu akik, jadi jangan bikin masalah, sekali getok kelar hidup lu!.

LEBIH KENAL LAGI

1/03/2018

Ngawas Ujian

Selesai liburan akhir tahun kini waktunya gue kembali ke aktivitas seperti biasa yaitu bekerja. Tapi berbeda dengan mahasiswa ditempat gue bekerja, setelah selesai liburan akhir tahun mereka mesti masuk kuliah untuk menghadapi ujian akhir semester. Do you know they feel?, I know that, gue pun pernah ngalamin hal serupa, karena gue pernah jadi mahasiswa. Liburan hanya beberapa hari dan setelahnya masuk kuliah langsung ujian, rasanya itu seperti diajak ketemuan sama gebetan taunya cuma mau ngasih undangan pernikahannya. Sakit tapi enggak berdarah!.

Ujian akhir semester ini gue kepilih lagi menjadi salah satu pengawas ujian, ya memang biasanya sih kalau waktunya ujian pasti selalu kepilih jadi salah satu pengawas. Selama gue jadi pengawas ujian, gue selalu memperhatikan raut wajah setiap mahasiswa yang masuk ke ruang ujian, pengen tau aja ekspresi mereka ketika ujian sudah didepan mata, apalagi kan ini momennya masih tahun baru jadi masih pada bau petasan gitu deh. Diantara mereka ada yang ekspresi wajahnya gembira, mungkin dia sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian dan waktu liburannya pun mungkin dia bersenang-senang, seperti menyulut petasan lalu bakar-bakar jagung bersama keluarga atau teman-temannya. Ada yang ekspresinya biasa aja dan ada juga yang ekspresi wajahnya muram, kusut, lemes, anemia kali ya? tapi kayanya sih tetep di malam tahun barunya dia bakar-bakar juga, bakar-bakar foto mantan, nangis sambil pelukin guling dikasurnya. Tragis banget mblo.

Gue ngawas ujian enggak sendirian tapi ditemenin oleh satu pengawas lainnya dan juga dengan dosen matakuliah yang diujiankan jadi totalnya ada tiga orang pengawas, mati kutu dah pada enggak bisa nyontek. Karakter tiap dosen saat ditempat ujian pun berbeda-beda, ada yang sibuk sendiri dengan gadgetnya sehingga enggak terlalu memperhatikan mahasiswa yang sedang ujian, ada juga dosen yang "killer", dari pengaturan posisi tempat duduk benar-benar diatur sampai mahasiswa yang mencoba mencontek dengan segala cara pun selalu ketauan, kalau dijaman gue sih dosen kaya gini julukannya "Si mata elang", namun dari semua dosen pengawas ujian yang paling dinanti-nantikan oleh semua kaum duafa contekan adalah dosen yang ngawasnya hanya beberapa menit dan selebihnya menghilang entah kemana, balik lagi pas waktu ujiannya selesai. Iya kan? ngaku aja deeh!.

Selain dari dosen pengawas, tipikal dari peserta ujiannya pun berbeda-beda, mereka memiliki tingkatan yang berbeda-beda pula, dari yang newbie, pro, sampai yang legend semuanya mempunyai passion tersendiri.

Peserta yang newbie, mereka selalu mencari tempat duduk yang aman dari jangkauan penglihatan pengawas, posisinya kalau enggak di pojok tengah pasti dibangku paling belakang dan juga duduknya berdekatan dengan temannya yang pintar, kalau memang kebagian duduk paling depan yaudah itu lagi apes berarti.

Peserta yang pro selalu percaya akan kemampuannya sendiri, mereka duduk paling depan tanpa menghiraukan yang lain walau itu teman sebelahnya dan mengerjakan soal dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Peserta yang legend, peserta ujian yang satu ini adalah yang paling keren dari semua tingkatan, ketika ujian sedang berlangsung mereka hanya diam saja sambil memainkan pulpennya, ada juga yang tertidur, sementara kertas jawabannya pun masih kosong, namun setelah waktu ujian mendekati akhir tidak lama kertas jawaban mereka sudah lengkap terisi. Sungguh peserta ujian yang legend.

Dari ketiga tingkatan yang sudah disebutkan, kira-kira kalian yang mana?

Persoalan contek mencontek, mau itu ujian atau ulangan atau kuis atau apalah itu namanya pasti tidak luput dari tindakan mencontek, gue pribadi waktu masih kuliah kadang juga mencontek pas lagi ujian, enggak kadang juga sih tapi sering. Hehehe. Jujur aja sih gue mah dari pada bohong. Berdasarkan dari pengalaman gue yang sering nyontek, gue jadi paham alibi-alibi cara mereka mencontek, ada yang mencontek dengan cara melirik-lirik jawaban teman sebelahnya, ada yang pura-pura pinjem alat tulis temennya, ada yang komat-kamit kaya dukun santet, ada juga yang membuat contekan dikertas. Yaelaah semuanya itu cuma trik klasik yang pernah gue coba, udah khatam gue trik kaya gitu mah. Namun di jaman now cara mereka mencontek jadi lebih canggih, yaitu dengan membuka smartphone, dengan begitu mereka lebih leluasa mencari jawaban dengan bantuan mbah google.

Sebagai pengawas ujian, gue harus sigap dan cepat tanggap jika melihat peserta ujian yang mencurigakan. Mata harus tetap awas melihat pergerakan. Ini memang bukan perang melainkan amanat yang mesti dilaksanakan, tapi kalau ada yang nyontek lirik-lirik dikit mah yaa gue maklumlah, nyadar diri soalnya dulu pun gue suka susah nyontek kalau pengawasnya terlalu jeli, asal enggak saling lirik-lirikan terus senyum-senyuman, terus diem-dieman, eeh ternyata udah jadian. Janganlaah... jangan ya, kasian entar guenya ikutan baper.

Selain mengawasi adek-adek mahasiswa yang imut-imut dan amit-amit yang sedang ujian, terkadang ada beberapa motif lain yang pengawas lakukan saat ujian berlangsung, pengen tau?

Pengen tau aja atau pengen tau banget?
Pengen tau benget... banget... banget... BENGEUT!

Salah satu motif yang dilakukan pengawas ujian yaitu mencari dan menandai adek mahasiswi yang cantik-cantik, nah biasanya pengawas cowok yang sering kaya gini, matanya jelalatan, enggak bisa diem liat-liatin adek mahasiswi yang cantik, pura-pura cek soal ujiannya padahal cuma pengen tau namanya doang, terus di stalking di Instagram. Selain itu ada juga pengawas yang bermotif sebagai penyambung hidup, dan menurut gue motif ini wajar-wajar aja sih, kita ngawas mahasiswa ujian gak serta-merta hanya nyawasin aja tapi juga dibayar, ada uang lelahnya, walau bayarannya enggak terlalu besar dan terlalu kecil tapi lumayanlah buat makan siang cukup untuk 2-3 hari. Diantara motif barusan menurut elu gue yang mana? tebak!.

Sebagai pengawas ujian, gue berpesan untuk adek-adek mahasiswa yang sedang melaksanakan ujian akhir semester, semangat terus jangan dikasih kendor, banyak-banyak berdoa agar dimudahkan ujiannya, ditingkatkan lagi waktu belajarnya, distop dulu maen game onlinenya (pasti bacanya sambil melotot), persiapkan alat tulis seperlunya, dan selamat mengerjakan. 😊
Share: 

11/12/2017

Lu kan Anak IT

"LU KAN ANAK AYTI"
"LU KAN ANAK AAYYTII"
"LU KAN ANAK AAAYYYTIII"
"MASA GITU AJA GAK BISA"

Bukan, gue mah anak emak gue, siapa bilang gue anak mpok ayti? fitnah lu!.

"LU KAN ANAK AYTI", Kata-kata tersebut adalah kata pamungkas yang biasanya diucapkan ketika ada seseorang meminta bantuan kepada anak IT yang bersangkutan dengan teknologi. Udah enggak aneh kan lu denger kata-kata tersebut? atau mungkin malahan setiap hari kata-kata itu selalu menari-nari di telinga lu. Seperti mendengar janji-janji manisnya si dia yang selalu diingkari. Enggak aneh!.

Sah-sah aja sih kata-kata itu diucapkan untuk minta bantuan ke temen lu wong bibir lu sendiri yang ngomong bukan bibir gue. Tapi seenggaknya lu harus paham tentang batasan-batasan dari anak IT tersebut. Banyak orang yang mengsalahartikan bahwa anak IT itu menguasai semua yang berbau IT, namun nyatanya enggak semua orang benar-benar menguasai dalam bidang IT, mungkin saja ada beberapa. IT itu cakupannya luas, ada bagian-bagiannya, ada jurusan-jurusannya, seperti waktu di SMK kan ada jurusan-jurusannya seperti jurusan multimedia, jurusan RPL (Rekayasa Perangkat Lunak), dan Jurusan TKJ (Teknik Komputer Jaringan). Nah semua jurusan tersebut adalah bagian dari IT.

Contohnya gini, lu punya temen, dia anak IT tapi basicnya multimedia, terus lu suruh bikinin website pake framework CodeIgniter. Menurut lu apa temen lu bisa bikinnya? kalau bisa sih alhamdulilah mungkin dia menguasai tapi kalau kaga? bisa berak dicelana tujuh hari tujuh malem tuh temen lu. Malahan bisa jadi temen lu nyangka CodeIgniter tuh sebuah makanan, "CodeIgniter tuh enak ya dimakannya?". Mampus! sintax error.

Terkadang yang bikin gue kesel sama orang yang minta tolong itu adalah kata-kata menyepelekannya itu loh. Seolah masalahnya itu mudah dan cepat untuk diselesaikan. "Kok cuma bersihin virus aja lama sih, sampe sejam gini!", "Tolong install ulang windows saya sama aplikasi-aplikasi lainnya, sejam lagi mau saya pake!", kata-kata seperti itu yang membuat anak IT geleng-geleng kepala sampe goyang dada. Mereka hanya ingin tau outputnya saja tanpa mau memahami prosesnya.

Gue pernah nemuin kasus semacam itu, malah bisa dibilang lebih "gila" lagi kasusnya. Seperti yang dialami temen gue yang anak IT juga, di tempat kerjanya dia disuruh oleh atasannya memasang jaringan internet padahal basicnya bukan dibagian jaringan dan atasannya itu kepengen kabel yang dipasang harus berada disisi luar gedung, dengan alasan agar tidak mengganggu estetika keindahan didalam gedung. PARAAAH!. dikiranya temen gue ini spiderman kali ya?, selain itu atasannya memberikan opsi lain yaitu dengan melubangi lantai gedung ke lantai bawah karena switch server gedung berada di bawah. AANJIIIR! kudu nyewa jasa Hulk tuh kayanya. Gue jadi curiga kalau atasan temen gue ini adalah salah satu anggota Avenger.

Lu bayangkan 4 lantai yang harus dilubangi dan terlebih lagi gedung yang ditempatinya itu adalah gedung milik departemen lain, bukan gedung milik tempat temen gue kerja alias numpang. Gue yang dengernya juga kesel, pengen banget gue cangkok tuh kepala atasannya temen gue.

Gue juga pernah ngalamin kejadian seperti itu, tapi enggak separah temen gue sih. Ditempat kerja, gue pernah disuruh benerin jaringan listrik karena ada jaringan yang korslet. Gue yang sama sekali gak paham soal listrik ya angkat tangan dong, gemeteran gue kalau soal perlistrikan takut kesengat listrik, jangankan benerin listrik, megang tangan kamu aja aku gemetaran. Eeh gue malah dibilang "Lu kan anak IT, masa benerin jaringan listrik aja gak bisa". Gue coba jelasin ke itu orang kalau jaringan internet sama jaringan listrik itu beda tapi tetep aja kekeh kalau anak IT juga paham soal jaringan listrik. Setelah denger kata itu pengen banget rasanya gue strum udelnya tuh orang. Emosi gue!.

Gue sendiri berkecimpung dalam bidang IT, sejak di SMK gue ambil jurusan Multimedia lanjut masuk kuliah ambil jurusan Manajemen Informatika dan sekarang bekerja dibagian jaringan komputer. Namun walau gue pernah mencicipi ketiga bidang IT tersebut bukan berarti gue menguasai semuanya, gue cuma tau sedikit tentang banyak, ya alhamdulilah lah kalau ada masalah soal desain, program atau jaringan kadang gue paham, kalau misal masalahnya gue kuasai ya gue selesaiin sendiri tapi kalau gak bisa sih biasanya gue minta tolong sama om google atau kalau udah mentok minta batuan sama temen yang paham dibidangnya. hehe. Bukan maksud gue mau sombong but that's just information, toh ilmu gue dibidang IT masih cetek ko, masih setainya tai upil.

Jadi buat kalian semua yang punya temen dibidang IT kalau mau minta tolong pahami dulu basicnya temen lu tuh dibagian apa. Dibagian Multimedia kah?, dibagian perangkat lunak kah? atau dibagian jaringan dan juga tanya kira-kira berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikannya, jangan seenaknya memberikan deadline.

Tapi dilain sisi, kita sebagai anak IT juga harus berterima kasih kepada mereka semua, tanpa mereka kita tidak akan pernah mencoba hal-hal baru, merasakan kesulitan baru, dan mendapatkan gebetan ilmu baru. Walau terkadang dalam prosesnya mendapati cacian atau singgungan yang tidak enak dihati namun semua itu adalah pembelajaran yang sangat berarti.

Share: 

11/03/2017

Cewek Berjenggot

"Ya kali ada cewek berjenggot"
"Bohoong elu mah bercanda wae"
"Wkwkwk jenggot asli itu bro?"

SERIUSAN GUE LIAT DENGAN MATA KEPALA GUE SENDIRI
Cerita ini base on true story. Kejadiannya saat gue berangkat ke masjid buat solat jum'at sama temen kerja gue, sebut saja dia gobang. Ketika itu gue dan temen kerja gue berangkat ke masjid pukul setengah dua belas, jarak tempat kerja ke masjid cukup dekat kira-kira dengan berjalan kaki lima menit juga sampe. Setibanya di masjid kita menunggu untuk solat jum'at. Dengerin khotbah jum'at.

Ketika khotib sedang berkhotbah, si gobang malah ga bisa diem, tangannya menahan perut dengan pinggul bergerak kekanan kekiri. Setelah gue tanya ternyata dia dengerin khotbah sambil menahan perut yang sakit karena lapar belum sarapan, maklum anak rantau. Sedangkan gue dengerin khotbah sambil menahan rasa yang masih tersimpan... Ciee baper.

Setelah selesai solat jum'at kita bergegas keluar masjid dan langsung pergi ke kantin untuk makan siang. Disepanjang jalan, ketika diturunan gue melihat ada seorang cewek lagi berdiri sendirian menghadap kebelakang. Kalau dilihat dari belakang sihh bodynya oke juga, gue sikut si gobang dan kasih kode kalau didepan ada cewek.

"Bang, ada cewek tuh kayanya oke", ucap gue ke si gobang
"Mana?, oh iya bener san. Kuylah deketin", sahut si gobang

Langkah kaki kita semakin cepat, setelah dekat dengan cewek tersebut si gobang pura-pura batuk, "Ehheem...". Mendengar suara batuknya si gobang, cewek tadi pun menengokan kepalanya ke arah kita berdua, lalu sesuatu yang aneh terjadi. WAADAAAW, EEH BUSSYEET!, pemandangan yang tak lazim gue lihat, dari brojol orok sampe sekarang bisa bikin orok gue baru lihat seorang cewek mempunyai jenggot lebat di dagunya. Lelucon macam apa ini? apakahh ini sebuah prank? apa ada kamera tersembunyi yang sedang merekam? atau nanti tiba-tiba keluar seorang Panji Pragiwaksono dari semak belukar sambil mengucapkan "KENAA DEEEH!".

Yang sedang gue lihat dihadapan gue beneran cewek asli ko, terlihat dari pakaian yang dia kenakan, memakai kerudung, baju lengan panjang, androk panjang, juga memakai sepatu cewek. Tapi gue tetep merasa ini sesuatu yang aneh. Mungkin setelah keberadaan wanita berjenggot ini diketahui oleh netizen jaman now tidak lama dia akan viral di media sosial atau masuk tayangan on the spot. Mungkin yaa... hehehe

Masalahnya bukan ekspresi lucu yang gue dapat, melainkan rasa aneh dan enggak percaya yang gue rasa. Apa itu cuma aksesoris yang lagi ngetrend dikalangan cewek jaman now? dan mungkin dia sedang mengendorsekannya gitu? ataukah memang jenggot asli? tapi kok bisa!. Penasaran melanda.

Mungkin saja itu jenggot asli yang dia dapatkan dari gen orangtuanya, dari bapaknya. Mungkin jenggot bapaknya juga lebat, panjangnya sampai seudel perut. Mungkin ya, positive thinking aja deh.

Agar kita enggak terlihat mencurigakan, gue pura-pura ngeles.

"Eh..eh bang liat tuh ada landak terbang!", Ngeles gue ke si gobang
"Mana san mana?, oh iya itu tuuh!", Sahut si gobang karena tau gue lagi ngeles

Pura-pura nunjukin landak terbang ke si gobang sambil berjalan ninggalin cewek tersebut. Duuh... amaan, untung aja gue bisa ngeles kalau enggak bisa sampe lebaran onta kali kita saling pandang-pandangan sama tuh cewek.

Share: 

9/26/2017

Kejadian Absurd di Bulan Puasa

Sore itu kira-kira jam 5, gue baru pulang kerja. Cuaca yang panas juga kondisi tubuh yang begitu lemas, badan ini langsung ambruk jatuh ke kasur seperti bangunan kosong yang dirubuhkan. Maklum karena bulan itu adalah bulan puasa. Dalam posisi tubuh yang terbaring lemas bibir gue hanya terucap air.... aaiirr... aaaiiirrr... es buaah... mie glosor... kolaak... dan semua hidangan khas dibulan puasa gue sebutin satu-satu dengan suara yang parau lalu "glepeuk" terlelap tidur.

Pukul 6 kurang 15 menit gue dibangunin nyokap buat siap-siap buka puasa, gue berjalan merangkak menuju ke dapur tempat hidangan puasa yang sebentar lagi akan disantap, dalam perjalanan dari kamar gue ke dapur gue terus berjalan merangkak sembari mengucapkan semua hidangan puasa, di samping kanan dan kiri gue ada kedua adik gue yang menyemangatin "Ayook aa pasti bisaa, didapur ada es buah kesukaan aa, ada agarnya, ada rumput lautnya, juga buah-buahan, ayook", tapi dibelakang ada bokap yang menggoda iman gue

"SAN...LIHAT APA YANG BAPAK PEGANG", gaya bicara mirip presenter silet
"Sendok pak!"
"BUKAN BEGO, MAKSUDNYA INI BAPAK PEGANG KOLAK... ENAK SEKALI KOLAK INI", tangannya sambil mengaduk-aduk kolak
"kolak? kolak apa yang bapak pegang?", langkah gue terhenti sejenak
"KOLAK BIJI SALAK!", diselingi senyuman membujuk
"BODO AMAAT PAK, MAU BIJI SALAK KE, BIJI APA KE, GAK SUKA!", geram, ngegoda tuh elitan dikit napa
"OH YASUDAH BUAT BAPAK AJA KALAU GITU", sambil melaju ke dapur dengan sepatu roda dan sayap ibu peri dipunggungnya

Hahaha maaf ini cuma didramatisir, jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.

Duur bedug, azan berkumandang, sudah waktunya berbuka puasa. Semua hidangan sudah tersedia untuk disantap, gue lahap satu per satu hingga perut ini tak sanggup menampung satu butir nasi pun. Ketika perut kekenyangan tiba-tiba ada telpon masuk, ternyata dari temen gue, alvian. Dari percakapan ditelpon, dia ngajak gue datang ke Taken (salah satu tempat nongkrong di Bogor) untuk buka puasa bersama, disana dia bersama dengan baron, salah satu temen gue juga. "Eehh gila lu ndro!" waktunya udah telat kali buat buka puasa bersama dan gak mungkin gue makan lagi, ini perut udah kaya gunung semeru. Akhirnya gue suruh mereka datang ke rumah. Sesampainya mereka di rumah gue, mereka langsung nyulik gue, gue dibonceng sama alvian, disepanjang perjalanan gue berontak dan terus berontak, "Ikeeh...ikeeh, kimociii... yameteee!" hanya itu kata-kata yang gue lontarkan saat berontak dan setau gue hanya itu kata yang pas untuk dilontarkan.

Ditengah-tengah perjalanan, baron memisahkan diri, katanya dia mau menjemput teman kerjanya yang sedang pelatihan di Bogor, setelah itu kembali bergabung dengan kita. Gak lama gue sama alvian sampai di tempat tujuan. Ternyata dia nyulik gue ke Taken, tempat dia ngajak gue buka puasa bersama. Ya Salaaam. Dalam hati gue bertanya-tanya, "kenapa ini anak ko demen banget di tempat ini, gak ada tempat lain apa!".

"Ngapain sih yan kita disini?", tanya gue dengan penasaran
"Udah diem aja loe, sebelum nyulik loe, gue janjiannya disini sama baron"
"Si baron mau bawa temen ceweknya kesini, sekalian kan dibelakang ada wisma", sambung perkataan alvian sambil menggerak-gerakan kedua alisnya

Waah.. Wanjirr, seketika gue langsung bengong, maksud alvian ngomong barusan itu apaan?. Gue berfikir keras, imajinasi pun menjadi liar. Apakah ini?... haruskah gue... aah sudahlah gue liat aja nanti sesampainya si baron dan temennya itu. Ketika gue sedang menunggu tiba-tiba ada mobil fortuner berwarna hitam berhenti di depan gue, jendela kacanya kebuka, sontak gue kaget ketika liat wajah dibalik kaca jendela tersebut, seorang lelaki tua berwajah garang, berjenggot lebat, memakai udeng, bersorban juga memakai jubah. Mampus! gue berfikir kalau gue lagi dirazia sama ormas, ketangkep basah disangka sepasang maho lagi ngedate di pojokan jalan Taken. Gue ketar-ketir sama si alvian, saling sikut-sikutan. Enggak lama lelaki tua itu mengucapkan sesuatu, dia menanyakan tempat makan yang disebutnya ada dimana, dengan cepat kita berdua menunjukkan tempat makan tersebut

"di..disana pak!", ucap gue sama si alvian dengan nada ketakutan
"Oh, disana?, Oke makasih", jawab si bapak sambil menutup kaca mobilnya

Pyuuhh.. amaan, ternyata cuma nanya tempat makan

Setelah kejadian itu gue menyarankan si alvian buat pindah tempat, dan kita pun pindah ke tempat yang banyak berjualan makanan. Disana si alvian beli batagor dan gue beli es dung-dung durian. Kita berdua duduk dan makan bersamaan. Ketika itu gue merasa ada yang aneh tapi apa ya?. Gue cek suasana sekitar dan benar ada yang aneh. Damn! ternyata disekeliling kita banyak orang yang sedang berpacaran, berpasang-pasangan, ada yang bercanda tawa sambil pesen makanan, ada yang suap-suapan dibangku taman, ada juga yang mojok disemak-semak taman dalam kegelapan. Gue berdiri menyaksikan mereka semua, "Waah pada gak beres nih, di bulan puasa gini bukannya terawih malah pada pacaran", eh..padahal gue juga enggak terawih. Kembali duduk. Gue liatin si alvian, dia enggak peduli dengan suasana sekitar terlihat dari lahapnya dia menyantap batagor yang dimakannya. Saat itu kita benar-benar terlihat seperti maho newbie yang baru ketemuan yang kenalan dimedia sosial.

Singkat cerita akhirnya kita bertemu dengan baron dan temen ceweknya itu. Kita bertemu di tempat lain karena saat kita sedang nunggu tiba-tiba turun hujan. Di tempat tersebut mereka semua makan doclang, sementara gue cuma liatin mereka makan karena perut gue masih kekenyangan. Sesudah makan, alvian mengajak kita semua untuk main ke rumahnya tapi baron dan temennya itu enggak bisa, dia harus nganterin pulang temennya itu ke hotel. Gue dan alvian saling berpandangan sambil berkata "menang banyaak niiih!". Setelah itu kita berpisah, baron dan temennya ke hotel dan gue sama alvian balik ke rumah masing-masing.

Sesampai di rumah, gue rebahan sambil tidur-tiduran hingga enggak sadar gue ketiduran. Kira-kira jam 1 malam Handphone gue berdering, gue kebangun dan ternyata ada telpon dari baron, ditelponnya itu dia nyuruh gue nginep di hotel yang sama dengan temen ceweknya. Dia juga nyuruh buat ajak alvian. Gak pake mikir lama gue langsung jemput alvian kerumahnya. Gue ceritain soal nginep di hotel itu ke alvian lalu dia pun langsung siap-siap. Sesudah itu kita langsung menuju hotel tapi sebelumnya gue sempetin beli martabak telur dulu buat sahur dihotel. Sesampainya di parkiran hotel kita disambut oleh baron dan temennya itu, kita langsung diajak ke kamar. Didalam kamar ada kita berempat: gue, alvian, baron dan temen ceweknya. Gue canggung setengah mati, ini maksudnnya mau ngapain kita nginep di hotel dengan 1 cewek, sekamar lagi. Fikiran gue kacau gak karuan, gue berfikir apakah ini waktunya meragakan adegan film-film yang pernah gue tonton? yang banyak orang menyebutnya "Gangbang". Entahlah, seketika jantung gue menggebu-gebu, untuk pertama kalinya gue ngalamin hal seperti ini. Di dalam kamar gue sama alvian diem di kasur dan baron sama temen ceweknya duduk ngobrol di depan jendela yang agak jauh dengan kita.

"Yan si baron sama temennya lagi ngobrolin apa sih?", tanya gue
"Gak tau, mungkin lagi nego", jawab alvian
"Maksudnya nego apaan?", pertanyaan gue makin penasaran
"Udah liatin aja entar"

Kita pun terdiam mengamati mereka. Menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya. Tidak berapa lama temen ceweknya pun berdiri, dia berjalan mendekati kita, melihat ke arah kita berdua. Badan gue jadi sedikit gemetaran dan menggigil. "Duuh...aduuh gimana ini?" tanya gue dalam hati. Ternyata suhu AC nya terlalu dingin membuat badan gue gemetaran dan menggigil. Cewek tersebut mengucapkan salam perpisahan, ternyata dia mau tidur di kamarnya, kamar yang berbeda dengan kamar kita. Ternyata gue udah salah sangka atas prasangka-prasangka kotor yang gue fikirkan saat itu. Lain hal dengan alvian, dia seperti merasa rugi "ya..yaaah, engga jadi deh!". Setelah gue tanya ke baron soal nginap di hotel ini ternyata kamar yang kita tempati adalah kamar atasan temen ceweknya baron, kamarnya tidak terpakai lantaran atasannya tidak tidur di hotel melainkan pulang ke rumahnya.

Pagi harinya kita pulang, kira-kira pukul 6 kita sudah meninggalkan kamar. Saat kita akan mengembalikan kunci kepada resepsionis, gue seperti melihat tatapan yang aneh dari si abang resepsionisnya. Sial, apa mungkin si abangnya itu menyangka kita bertiga penyuka sesama jenis?, dan mungkin berprasangka kita menginap di hotel untuk melakukan adegan treesome. Biar enggak disangka yang tidak-tidak, kita bergegas meninggalkan hotel tersebut.

Share: 

8/22/2017

Saodah yang Penuh Amarah

Disuatu masa hiduplah sekeluarga manusia yang tinggal di gubuk sementaranya (ngontrak), mereka terdiri dari 4 orang manusia yaitu sepasang suami istri dan kedua anaknya. Seorang suami yang bermata pencaharian sebagai tukang bubur, istrinya yang bernama saodah sebagai ibu rumah tangga dan kedua anaknya yang masih kecil, sebut saja mereka ayi dan otok. Ayi adalah anak perempuan juga anak bungsu, kira-kira umurnya 1½ tahun dan otok adalah kakak laki-laki dari ayi umurnya ±5 tahun. Mereka hidup dengan damai, namun semuanya berubah ketika negara api menyerang...

Enough...enough!, Gue kira cukup untuk menuliskan prolog tentang keluarga tersebut. Mau diterusin takut engga kuat nahan isak tangis. Hik hik.
Saodah, siapa sih saodah itu?, Saodah adalah nama ibu dari ayi dan otok. Berbadan besar, bulat, hitam, dan mulutnya itu loh..beeuh barokah deh omongannya. Sekali saodah ini marah, nasi aja bisa jadi bubur (yaiyalaah suaminya yang bikin bubur), sekali suaminya bikin bubur dia langsung naik haji, eeeh...sinetron kali ye.

Keluarga ibu saodah ini adalah salah satu tetangga gue, jarak rumahnya dengan rumah gue kira-kira 7 meter. Keluarga saodah menjadi keluarga ter-hits di kampung gue, bagaimana tidak karena hampir setiap harinya keluarga ini menjadi tontonan warga kampung gue, ini dikarenakan kelakuan ibu saodah kepada anaknya yang kurang "mendidik" dan bahasanya yang tidak patut didengar oleh siapapun terlebih anak-anak di bawah umur.

Otok sebagai anak pertama ibu saodah selalu bertengkar dengan ibunya sendiri, mereka berdua seperti kucing dan anjing, bertengkar setiap harinya. Pertengkaran mereka semacam alarm buat gue sendiri. Misal jika mereka bertengkar pagi hari artinya sudah menunjukkan pukul 7 pagi dan jika mereka bertengkar sore hari berarti sudah pukul 5 atau 6 sore. Begitulah kelakuan ibu saodah setiap harinya.

Mungkin pertengkaran mereka disebabkan oleh kesalahan otok yang tidak patuh kepada ibunya, namun menurut gue cara ibu saodah marah kepada anaknya tidak pantas di lontarkan dengan kata-kata kasar, sampai seisi hewan di hutan rimba dia absen.

OTOOOK KADIE SIAAAA ANJIIING, TOLOOL SIA*, DIPAEHAN SIA KU AING**
terjemahannya, OTOOOK KESINI KAMU ANJIIING, TOLOOL KAMU, DIBUNUH KAMU SAMA SAYA
*SIA = kamu (bahasa kasar)
**AING = saya (bahasa kasar)

MOONYEEET SIA DASAR GOBLOOG, TOLOOL TONG BALIK SIA KA IMAH
terjemahannya, MOONYEEET KAMU DASAR GOBLOOG, TOLOOL JANGAN PULANG KAMU KE RUMAH

Bagaimana menurut elu tentang amarah ibu saodah ini?, barokah bangetkan bahasanya. Sampai sempat ada seorang ibu yang tinggal sebelahan dengan ibu saodah menegur karena merasa terganggu dengan bahasanya. Karena si ibu ini takut dengan bahasa ibu saodah yang kasar dapat membawa pengaruh buruk untuk anaknya dan juga untuk anak-anak lainnya yang mendengar. Karena ibu saodah ini tidak terima maka terjadilah pertempuran, pak RT yang mengetahui kejadin ini langsung sigap menanggapi dengan memasang ring di arena pertempuran, bel pun dibunyikan oleh pak RT, "TEENGG!" menandakan pertempuran dimulai, warga yang melihat dari jauh pun berbondong-bondong datang mendekat, mereka merogoh semua kantong celananya, mengambil uang untuk memasang taruhan. Waanjiiir kenapa jadi gini ya ceritanya?, bodo amat daah.

Lantang amarah ibu saodah ini memang luar biasa, mungkin bisa terdengar sampai ke langit ketujuh, mengalahkan suara toa tukang tahu bulat yang sedang pawai. Pernah gue lihat sendiri pertengkaran ibu saodah dengan otok anaknya. Otok yang ketakutan lari terbirit-birit dikejar oleh ibunya, bu saodah ini lari mengejar otok dengan sendal jepit ditangannya, mungkin untuk dilemparkan ke anaknya, kalau enggak salah pas gue perhatikan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya merk sendal jepit yang dipegang bu saodah ini adalah sky way berwarna hijau. Mungkin ya, itu baru perkiraan gue aja. Hehe.

Kejar-kejaran itu tepat banget di hadapan gue, bu saodah berlari melewati rumah gue dan terus berlari mengejar anaknya, tidak lupa dengan bahasanya yang barokah itu. Gue yang liat kejadian itu, melihat bu saodah seperti melihat godzilla yang meraung kelaparan sedang mengejar sate taichan untuk disantapnya. Namun usaha bu saodah untuk menangkap anaknya gagal, dalam kekesalannya bu saodah pun mengucap "MONYEET SIA TOLOOL, AWAS SIA MUN BALIK KA IMAH MOAL DIBERE PANTO KU AING. Terjemahin sendiri. Setelah itu bu saodah berjalan pulang dengan sandal jepit sky way yang masih digenggamnya.

Lantas selama pertikaian bu saodah dengan anaknya, dimanakah suami bu saodah berada?, mengapa tidak melerai pertikaian tersebut?, entahlah!. Mungkin suaminya menghilang ketika negara api menyerang.

Share: