noealif, bukan nama asli. Seorang pegawai honorer yang sering usil, suka ngedesain juga suka sama kamu, iya kamu. Hobi koleksi batu akik, jadi jangan bikin masalah, sekali getok kelar hidup lu!.

LEBIH KENAL LAGI

23/10/18

Skripsweet : Pengajuan Judul Skripsi

Setelah kurang lebih dua tahun lamanya menjalani perkuliahan, melanjutkan pendidikan dari D3 ke S1, akhirnya tiba saatnya dimana gue harus membuka gerbang kelulusan, yaitu dengan mengajukan judul skripsi. Judul skripsi ibarat kunci, dan gerbang kelulusan tidak akan terbuka jika kita membukanya dengan kunci yang tidak sesuai. Sesuai menurut siapa? Menurut dosen pembimbing yang menjadi penentu judul skripsi yang kita usulkan akan diterima atau ditolak.

Nah inilah salah satu momen deg-degan dari puluhan deg-degan lainnya soal perskripsian.

Badan gemeteran
Mata merah melotot
Wajah pucat pasi
Gigi kuning bergemeletuk

Ternyata mabok kunyit
Heeeuuh

Masih ada keraguan ketika akan mengisikan judul skripsi pada formulir permohonan dosen pembimbing. Karena di tempat kerja gue ada tiga opsi yang bisa dijadikan judul skripsi, ketiga opsi itu antara lain: tentang surat masuk dan surat keluar, tentang pengadaan barang, dan tentang layanan surat akademik mahasiswa. Untuk menentukan judul mana yang mesti gue ambil, gue coba meminta saran kepada atasan gue. Namun jawaban dari atasan gue malah membuat gue jadi tambah bingung.

Atasan gue memberikan saran berupa opsi lain untuk judul skripsi yang mesti gue ambil. Opsi tersebut yaitu tentang submit jurnal secara online. DAN ITU PEMBAHASAN YANG SANGAT AMAT PANJANG PLUS RIBET. Itu menurut gue. Dan yang membuat keselnya lagi, atasan gue malah jadi bersikukuh agar gue mengambil judul yang dia sarankan.

AMSYOOONG!
Nyesel aing!

"Ya Allah pak, saya cuma minta saran bapak aja. Saran bapak kan engga harus saya ambil karena bukan bapak yang menjadi penentu final judul skripsi saya"

Gue cuma manggut-manggut, kaya pura-pura mengikuti saran yang atasan gue berikan, padahal nanti saat mengajukan judul ke dosen pembimbing yang gue ajukan bukan judul dari atasan gue melainkan judul yang lain. Nanti kalau gue ditegur sama atasan bilang aja "judulnya ditolak sama dosen pembimbing pak, jadi saya mengusulkan judul lain". Pfft, thing smart brooh. Hahaha.

Setelah gue fikirkan matang-matang, akhirnya gue ambil judul tentang layanan surat akademik mahasiswa. Alasannya karena masih jarang mahasiswa yang ngambil judul ini di kampus gue, biar beda sama yang lain gitu. Dan menurut gue cukup mudah untuk membuat programnya nanti, karena program dari skripsi gue nantinya bakalan berbasis web.

Gue tuliskan judul

Share: 

10/10/18

Kabar Gembira dari Kawan Lama

Siang kemarin, ketika sedang bekerja, handphone yang ada di depan gue berdering, sepertinya ada chat WhatsApp yang masuk, segera gue ambil dan cek handphone, ternyata chat WhatsApp yang masuk tersebut dari seorang kawan lama, kawan ketika di SMK, Baron namanya.

Isi dari chat WhatsApp tersebut dia menanyakan perihal keberadaan gue sekarang dan mengajak gue untuk datang kerumahnya, karena dirumahnya sedang ada Alfian, salah satu kawan lama juga ketika di SMK. Gue pun membalas chat tersebut dengan berjanji akan datang ke rumahnya sepulang kerja. Memang kalau difikir-fikir, sudah lama kita tidak berjumpa, kiranya sudah empat bulan lamanya. Padahal biasanya ditiap hari minggu kita selalu berkumpul bersama, entah itu di rumah gue, di rumah baron, ataupun di rumah alfian yang jelas kita berkumpul bersama, selalu ada keseruan tersendiri ketika kita berjumpa, walau kita hanya bertiga bukan menjadi tolak ukur keseruan yang kita dapati.

Namun, ketika jam pulang kerja tiba, gue mengingkari janji untuk datang ke rumah Baron dengan alasan sedang lembur kerja. Bukan karena gue engga mau ketemu sama mereka tapi karena gue lagi sariawan. Yaa, sariawan. Kalau gue udah sariawan rasanya badan tuh lemes banget, terlebih badan gue merasa panas, pengennya tuh rendemin badan di air es. Karena ketika gue sariawan bukan hanya ada 1 melainkan 2 atau lebih sariawan yang gue alami dan sariawan yang paling bikin sakit serta perih adalah sariawan di lidah, rasanya tuh uuuhhhh ampuuun deh! dan itu yang sedang gue rasain. DAMN!

KAMP****T!

Sepulang kerja gue langsung tepar tiduran di kamar, menginstirahatkan diri sambil memainkan handphone, ternyata ada chat masuk dari Baron, setelah gue baca chatnya, Booom!, sontak gue terkejut, senang dan bahagia bercampur aduk. Dari chat tersebut ada "kata" yang bisa merubah mood gue, menghilangkan rasa lelah bekerja dan mengacuhkan rasa perih serta sakit dari sariawan yang sedang gue alami. "Kata" tersebut ialah ...

"SEBULAN LAGI ALFIAN MENIKAH"

Gue langsung balas chatnya bahwa gue akan datang ke rumah Baron ba'da Magrib. Gue langsung bergegas mandi, setelah solat Magrib gue langsung berangkat. Disepanjang perjalanan, gue cuma bisa senyum-senyum sendiri, gak nyangka kalau Alfian tiba-tiba mau menikah, karena setau gue dia rencana menikah itu tahun depan, itupun belum tau bulan apanya. Dalam hati gue hanya bisa terucap "Ahh kampret gue dilangkahin sama si Anen (Anen = nama bapaknya Alfian) padahal rencana yang mau menikah duluan adalah Baron."

Engga sabar pengen ketemu mereka berdua, gue pacu sepada motor dengan cepat. Kurang lebih 30 menit gue sampe dirumahnya Baron, sesampai di rumah Baron ternyata Alfian engga ada, katanya dia pulang dulu mau periksa mata ke optik dan akan balik lagi setelah selesai dari itu. Gue pun menunggu. Sambil menunggu gue pun bertanya-tanya sama Baron persoalan Alfian yang mau menikah, ternyata Baron tau soal pernikahan itu dari Instagram pacarnya Alfian. Dia melihat foto "Seserahan" keluarga Alfian dikediaman pacarnya. Sambil menunjukan fotonya gue masih merasa engga nyangka tapi apa yang gue liat itu adalah kenyataan. Dalam hati gue terus ngedumel

Wuanjir...anjiiir!
Alfian...sebentar lagi
Lu bakal "memprek" anak orang
Kampret...preet!
Gue juga pengen

Lama pisan gue nunggu Alfian buat balik lagi ke rumahnya Baron. Gue coba chat WhatsApp, ceklis satu, Baron coba telpon, engga nyambung. Kita curiga kalau Alfian lagi ada di rumah pacarnya, karena di rumah pacarnya memang susah sinyal, seperti ada ditempat yang tidak bisa ditembus oleh sinyal apapun atau bahasa latinnya itu "leuweung imah sia mah". Nah itu. Kira-kira jam setengah sepuluh malam Alfian chat WhatsApp ke gue, isi chatnya dia engga bisa balik lagi ke rumah baron karena capek.

Aaahh Kampret!

Padahal gue buru-buru berangkat dari rumah ke rumahnya Baron buat ketemu dia, nanya-nanya soal pernikahannya bulan depan, persiapan apa aja yang udah dia siapin buat hari H dan malam pertamanya; udah siapin tissue magic kah?, siapin dildo kah? karena maklum takut baru bless langsung lemes kan kasian istrinya. Yaa semuanya kudu dipersiapkanlah, buat jaga-jaga gitu.

Akhirnya karena sudah larut malam, gue putusin buat menginap dirumah Baron, gak mungkin gue balik kerumah, takut dibegal, dan itu artinya besok gue engga masuk kerja. Fix gue bolos kerja, siapin alasan buat kabarin ke atasan. Done!.

Pause

Ada keanehan yang gue rasakan ketika gue sampai di rumahnya Baron, sesuatu yang tidak biasa. Ternyata kabar Alfian akan segera menikah membuat Baron menjadi sakau; cakar-cakarin monitor PC, jilat-jilatin dinding, tragis memang. Dia merasa dilangkahi duluan, maklum karena diantara kita bertiga Baronlah yang paling TUA, yaa umurnya berbeda dengan gue dan Alfian, dua tahun lebih tua diatas kita. Sehingga nama panggilannya pun berubah, nama aslinya Dedi Supriadi, nama panggilan umum Baron, Nama panggilan khususnya Abah. Dia paling sepuh diantara kita bertiga.

Baron merasa tidak terima dilangkahi oleh Alfian, karena awalnya susunan antrian menikah yang sudah kita sepakati adalah BAI (Baron > Alfian > Ikhsan) tapi ternyata Yang Maha Kuasa berencana lain. Sekarang susunan antrian pernikahannya menjadi ABI (Anfian > Baron > Ikhsan). Mau BAI ke, ABI ke tetep weh aing mah pang bucitna. Assuudahlaah!

Keanehan lainnya adalah untuk pertama kalinya seorang Baron cerita masalah percintaannya tanpa gue korek-korek terlebih dulu. Dia bercerita panjang lebar, dan inti dari ceritanya adalah dia dan pacarnya akan segera menikah juga, tepatnya bulan Januari 2019 dia rencana untuk menikah. BOOOM!!!...BOOOM!!!...BLEGEEER!!!. Gue seperti tersambar gledek!. Ada apakah dengan hari ini? kenapa rasanya gue jadi terenyuh campur senang ketika mendengar kata itu. Ini nyatakan? coba tabok muka gue!

Memang sekarang susunan antrian nikahnya menjadi ABI (Alfian > Baron > Ikhsan) tapi kan yaaa engga secepat itu kalian harus melepas status bujang dan menjadikan gue sebagai satu-satunya yang berstatus bujang, kalau kelamaan nanti jadi bujang lapuk bau hapeuk.

"KALIAN TEGA!, UDAH AH ENGGA MAU MAEN BARENG LAGI!"

Keesokan harinya, Alfian datang ke rumah Baron dan dia menceritakan soal pernikahannya yang akan dilaksanakan kira-kira satu bulan lagi. Gue cuma manggut-manggut dengerin dia cerita udah kaya ngasih ceramah ke anak Paud. Dan akhir dari kabar gembira ini membuat diri gue lebih tertantang untuk cepat lulus kuliah, karena itu menjadi patokan gue untuk menikah. 1 hari menunda kelulusan sama dengan 1 hari menunda pernikahan. Asik.

Gue pun berpesan kepada Alfian jika nanti menjadi suami, jadilah imam yang baik untuk keluarganya dan jangan lupa videoin pas malem pertama. Semoga rencana menikah kedua kawan lama gue ini berjalan lancar hingga hari H, tidak ada halangan ataupun hambatan dalam prosesnya. Doakan juga agar gue disegerakan untuk menikah di tahun 2019.

#2019 Ganti Status
#2019 Menikah

Share: 

15/07/18

Happy Birthday to You

Kira-kira dua minggu setelah hari ulang tahun gue yaitu tanggal sekarang, tepatnya tanggal 15 Juli 2018, menjadi hari ulang tahun dia yang ke-25. Yap, hari ini dia ulang tahun, Selamat ya, Happy Birthday to You, wish you all the best.
#kissAndHug

Dia itu adalah jenis kelamin laki-laki

Pria itu maah pria...

Heleeh..

Maksud gue, dia itu adalah pacar gue yang sekarang, yang kemarin, besok, dan lusa beda lagi. Hehehe becanda ko becanda. Dia berjenis kelamin perempuan, berparas cantik nan rupawan, boleh diliat tapi jangan dipegang, J A N G A N !, entar gue tabok lu!. Pacar gue ini namanya Dian Putri Permata Dini, kalau dilihat dari namanya, mempunyai arti putri permata yang bernama Dian yang masih belum cukup umur (Dini).

Kriik...kriik

Oke, skip.

Dia tau, begitu juga gue, bahwa di tanggal 15 Juli ada momen yang berbeda, karena ditanggal tersebut adalah tanggal kelahiran pacar gue, tanggal pertama kalinya dia dibrojolin ke dunia. Ingin rasanya gue rayain acara ulang tahun pacar gue dengan meriah, merayakan acara ulang tahunnya berbeda dengan orang lain, yaitu di Stadion Gelora Bung Karno, ngundang Martin Garrix feat DJ Aisyah, kita goyang dua jari, party tiga hari tiga malam tiga puluh menit dua belas detik. Acaranya dibawakan oleh MC kondang yaitu kang Sule dan kang Andre serta disediakan jamuan cilor, seblak, es kepal milo, basreng, tahu bulat digoreng dadakan, makaroni ngehe dan semua jajanan merakyat lainnya untuk semua tamu undangan yang hadir. Tak lupa dengan penampilan artis tanah air; mba Raisa, mpok Rosa dan kang Virzha. Dimeriahkan pula oleh artis tiktok yang sangat fenomenal yaitu Bowo Alpenlieble yang sedang menaiki daun naik daun.

Oh megot, Bowoooooo

Tamu undangan teriak histeris

Kejang-kejang

Kesurupan

Kemasukan setan

Lupa diri

Jadi tambah edan

Acara yang sangat spektakuler dan luar biasa, namun itu semua hanya angan-angan belaka, keinginan yang tidak terlaksana. Malah kenyataannya, dihari dia ulang tahun, ketika dunia membutuhkannya, gue menghilang.

bukan...bukan gitu

Di hari ulang tahunnya gue engga ada, kita engga bisa bertemu, engga bisa memberikan kejutan yang mungkin dia tunggu-tunggu, karena waktu itu gue mesti ikut nemenin bokap yang lagi sakit berangkat kerja, karena bokap berangkat kerja dari Bogor ke Jakarta naik motor, takut kenapa-kenapa dijalan jadi gue disuruh ikut sama nyokap. So, I'm sorry, I can not be present on your birthday 🙏

Padahal lima hari sebelum hari H-nya gue lagi siap-siapin bikin kado buat dia. Awalnya gue bingung mau kasih kado apaan, gue coba nanya sama dia kalau dia mau gue kadoin apaan tapi ternyata pacar gue malah bilang gini

"aku gak mau dikasih kado apa-apa, cukup barang seserahan yang sudah kita beli ini yang jadi kado buat aku"

Denger kata-kata tersebut yang keluar dari mulutnya, gue jadi terdiam, memandang ke atas, karena waktu itu kita ngobrolnya pas gue lagi jongkok di pinggir pintu masuk WC umum nungguin pacar gue yang abis boker sambil megangin barang-barang yang sudah kita beli buat seserahan nanti. Miris.

Dengan pacar gue ngomong gitu bukan berarti gue engga akan memberikan apa-apa di hari spesialnya, gue cuma nge-iyain omongan pacar gue namun dalam hati gue tetep bakalan kasih dia kado secara diam-diam, kaya itu tuuh.. kaya BBM yang naiknya diam-diam 🤭.

Gue terus mikir kado apa yang mesti gue kasih ke dia, gue coba searching di mbah google dengan kata kunci "kado ulang tahun yang murah dan tahan lama untuk pacar", eh yang tampil malah kalender, kalender partai yang ada tulisan janji-janji manisnya itu loh, yang janjinya semanis sempak bolong dibalurin madu oplosan. Tapi emang bener juga sih kado yang murah dan tahan lama yaa kalender, pinter juga si google. Tapi ya kali gue kasih kado kalender buat pacar gue, dikira gue mau kampanye, terus sambil teriak-teriak lemparin nasi bungkus gitu ya. Ogah, engga mungkinlah.

Gue coba searching lagi, lagi, dan lagi, dan akhirnya gue namu kado yang cukup unik dan terlihat waaah. Kado tersebut adalah Pop Up Frame, tau kan Pop Up Frame itu apa? engga tau? cari aja di google deh jangan manja!. Kado tersebut menjadi kado pilihan dari bermacam-macam kado yang mbah google suguhkan ke gue, karena selain terlihat unik dan berkesan so sweet, gue bisa bikin desainnya sendiri, karena gue memang biasa ngedesain jadi pilihan kado ini cocok dengan skill gue.

Gue coba bikin desain ini itunya dulu, beli frame 3D di toko online, lalu ketika mau desain foto pacar gue yang akan gue ubah jadi foto vector gue teringat sama sebuah blog yang pernah gue kunjungin, blognya itu berisi tentang cerita-cerita pribadi namun di blog itu pula menyediakan jasa pembuatan foto vector, nama blognya adalah masalien, gue coba berkunjung kembali ke blog tersebut dengan maksud melihat hasil foto vector yang dia buat. daaan...WaaaW amajing syekali hasilnya. Setelah gue lihat dan baca-baca, gue tertarik buat order di blog tersebut. Bukan karena gue gak bisa bikin foto vector, sudah cukup banyak wajah orang yang gue ubah jadi foto vector tapi gue akuin kalau hasilnya memang lebih bagus yang dari blog masalien tersebut. I give up bro. Karena menurut gue, memberikan sesuatu kepada pasangan itu harus yang terbaik diantara yang baik, tak masalah jika harus mengeluarkan uang lebih asalkan dia bahagia itu sudah cukup, karena memang itukan tujuannya, membuat pasangan bahagia. Asik.

Selain hasil foto vectornya yang sangat bagus, harganya pun cukup murah dan waktu pengerjaannya bisa dibilang cepat, hanya dalam satu hari foto pacar gue sudah selesain dia desain, dan kado Pop Up Frame pun selesain gue buat dalam waktu dua hari.

Gue cuma mampu kasih dia kado sederhana dan kue ulang tahun yang biasa-biasa saja, yang gue berikan dengan genggaman tangan penuh harapan, bertuliskan namanya yang selalu terucap dalam doa, dengan lelehan coklat manis, semanis paras wajahnya yang bikin gue diabetes, lalu menyalalah lilin angka 2 dan 5, seketika kamu menjelma bak bidadari menerangi hati yang gelap nan sepi, happy birthday my sweety 😘.
#anjirLebay

Selain kado dan kue ulang tahun, tak lupa juga gue panjatkan doa walau hanya lewat WA. Berikut doa yang gue ucapkan (siapa yang membaca doa gue dan mengucapkan aamiin maka kedua orangtuanya masuk surga) 🤭.

Semoga di hari kelahiran kamu ini
semua keinginan kamu terkabul,
dan semoga kamu sehat selalu
dimudahkan rezekinya
di ampuni segala dosanya
dan 2019 menikah sama aku 🤭.
Pokoknya wish you all the bestlah sayaaang
😘😘😘😘

Hari ini adalah hari ulang tahun kamu, jadi jangan lupa bahagia dan selamat bersenang-senang 🤗
Share: 

06/01/18

Nanya Bahasa Jepang

Setelah liburan akhir tahun, akhirnya sabtu kemarin gue masuk kuliah. Di tahun baru seharusnya semangat pun harus semangat terbarukan tapi soal perkuliahan tetep aja enggak semangat, terlebih lagi inti dari enggak semangatnya kuliah adalah jarak yang gue tempuh. Tempat perkuliahan gue cukup jauh dari rumah, gue tinggal di Bogor sedangkan kuliahnya di Jakarta tapi demi menuntut ilmu yang berguna untuk masa depan, gue jabanin.

Jangankan pergi ke jakarta, pergi ke KUA sama kamu juga aku jabanin kok.

Gue kuliah di Universitas Indraprasta (UNINDRA), kampusnya itu di daerah pasar rebo jalan gedong, Alamat lengkapnya cari aja sendiri di google maps, jangan manja deeh!.

Di Unindra gue mungut ambil kejuruan Teknik Informatika melanjutkan kuliah dari D3 ke S1 jadi masuknya ke kelas ekstensi tapi kalau di Unindra namanya bukan kelas ekstensi melainkan kelas terbang, walau gue berangkatnya naik kereta bukan naik pesawat, walau ke kelasnya naik tangga enggak pake jetpack, walau penghuni kelasnya masih napak ke daratan tetep aja disebutnya kelas terbang.

Kelas terbang yang tidak bisa terbang, sama kaya keluarga tak kasat mata tapi keliatan. Sereeem ya? hahaha

Oke cukup untuk pengenalan kampusnya, lanjut ke inti cerita.

Jadi gini, gue terkadang suka nonton film Jepang, nah saat gue nonton kadang gue suka mendengar kata yang sering diucapkan oleh si aktor, bahkan kata-kata tersebut bisa berkali-kali diucapkannya, karena hal itu kata tersebut terngiang di telinga gue, gue jadi penasaran, pengen tau arti dalam bahasa Indonesia dari kata yang sering gue denger tersebut. Kepo melanda.

Kebetulan disemester ini gue sekelas sama temen kuliah gue waktu dulu di D3. Dia melanjutkan kuliah di perguruan tinggi yang sama dengan gue. Dia memang suka yang berbau Jepang; film anime, artis Jepang, sering datang ke cosplay dan juga suka pake roti Jepang.

yap dia cewek, makannya suka pake roti Jepang.

"War, lu kan suka yang berbau Jepang, lu ngerti bahasa Jepang gak?"
"Ngerti sih tapi cuma dikit"

Temen gue ini namanya bukan anwar tapi sebut saja dia mawar.

"Oh gitu, gue mau nanya, kalau kimochi itu artinya apa sih?"

nanya to the point dan berharap dia masih polos enggak paham dengan maksud pertanyaan gue.

"Kimochi itu artinya enak, ya kaya merasa enak gitu deh"

Fix dia masih polos, gue langsung ke pertanyaan selanjutnya.

"Kalau yamete artinya apaan?"
"Yamete itu kalau gak salah artinya jangan kalau enggak hentikan"
"Apaan sih ko lu nanyanya aneh gitu"

Dia sepertinya mulai curiga, tapi masih ada pertanyaan yang bikin gue penasaran.

"Terakhir, kalau ikeh itu artinya apa?"
"Ikeh itu artinya ...."

Dia berhenti ngomong, bengong seperti memikirkan sesuatu.

"EH ANJIIIR, PORNO AH ELU MAH, OGAH AH GAK MAU JAWAB GUE!"

Omegot.
Ketahuan deh, tapi gue coba ngeles.

"Eh emangnya apaan, gue mah cuma pengen tau artinya aja"
"IYA, TETEP AJA MAKSUD LU TUH PORNO KAN!"

Yaah ketauan deh, gak bisa ngeles lagi gue.

Gue gak bisa ngomong apa-apa lagi, cuma bisa cengar-cengir sendiri. Tapi enggak apa-apalah, dengan dua kata yang sudah gue tau artinya kosakata bahasa Jepang gue jadi bertambah. Lumayan kan, jadi nanti kalau nonton film Jepang lagi ada yang gue pahamin walau cuma dua kata. hahaha
Share: 

03/01/18

Ngawas Ujian

Selesai liburan akhir tahun kini waktunya gue kembali ke aktivitas seperti biasa yaitu bekerja. Tapi berbeda dengan mahasiswa ditempat gue bekerja, setelah selesai liburan akhir tahun mereka mesti masuk kuliah untuk menghadapi ujian akhir semester. Do you know they feel?, I know that, gue pun pernah ngalamin hal serupa, karena gue pernah jadi mahasiswa. Liburan hanya beberapa hari dan setelahnya masuk kuliah langsung ujian, rasanya itu seperti diajak ketemuan sama gebetan taunya cuma mau ngasih undangan pernikahannya. Sakit tapi enggak berdarah!.

Ujian akhir semester ini gue kepilih lagi menjadi salah satu pengawas ujian, ya memang biasanya sih kalau waktunya ujian pasti selalu kepilih jadi salah satu pengawas. Selama gue jadi pengawas ujian, gue selalu memperhatikan raut wajah setiap mahasiswa yang masuk ke ruang ujian, pengen tau aja ekspresi mereka ketika ujian sudah didepan mata, apalagi kan ini momennya masih tahun baru jadi masih pada bau petasan gitu deh. Diantara mereka ada yang ekspresi wajahnya gembira, mungkin dia sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian dan waktu liburannya pun mungkin dia bersenang-senang, seperti menyulut petasan lalu bakar-bakar jagung bersama keluarga atau teman-temannya. Ada yang ekspresinya biasa aja dan ada juga yang ekspresi wajahnya muram, kusut, lemes, anemia kali ya? tapi kayanya sih tetep di malam tahun barunya dia bakar-bakar juga, bakar-bakar foto mantan, nangis sambil pelukin guling dikasurnya. Tragis banget mblo.

Gue ngawas ujian enggak sendirian tapi ditemenin oleh satu pengawas lainnya dan juga dengan dosen matakuliah yang diujiankan jadi totalnya ada tiga orang pengawas, mati kutu dah pada enggak bisa nyontek. Karakter tiap dosen saat ditempat ujian pun berbeda-beda, ada yang sibuk sendiri dengan gadgetnya sehingga enggak terlalu memperhatikan mahasiswa yang sedang ujian, ada juga dosen yang "killer", dari pengaturan posisi tempat duduk benar-benar diatur sampai mahasiswa yang mencoba mencontek dengan segala cara pun selalu ketauan, kalau dijaman gue sih dosen kaya gini julukannya "Si mata elang", namun dari semua dosen pengawas ujian yang paling dinanti-nantikan oleh semua kaum duafa contekan adalah dosen yang ngawasnya hanya beberapa menit dan selebihnya menghilang entah kemana, balik lagi pas waktu ujiannya selesai. Iya kan? ngaku aja deeh!.

Selain dari dosen pengawas, tipikal dari peserta ujiannya pun berbeda-beda, mereka memiliki tingkatan yang berbeda-beda pula, dari yang newbie, pro, sampai yang legend semuanya mempunyai passion tersendiri.

Peserta yang newbie, mereka selalu mencari tempat duduk yang aman dari jangkauan penglihatan pengawas, posisinya kalau enggak di pojok tengah pasti dibangku paling belakang dan juga duduknya berdekatan dengan temannya yang pintar, kalau memang kebagian duduk paling depan yaudah itu lagi apes berarti.

Peserta yang pro selalu percaya akan kemampuannya sendiri, mereka duduk paling depan tanpa menghiraukan yang lain walau itu teman sebelahnya dan mengerjakan soal dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Peserta yang legend, peserta ujian yang satu ini adalah yang paling keren dari semua tingkatan, ketika ujian sedang berlangsung mereka hanya diam saja sambil memainkan pulpennya, ada juga yang tertidur, sementara kertas jawabannya pun masih kosong, namun setelah waktu ujian mendekati akhir tidak lama kertas jawaban mereka sudah lengkap terisi. Sungguh peserta ujian yang legend.

Dari ketiga tingkatan yang sudah disebutkan, kira-kira kalian yang mana?

Persoalan contek mencontek, mau itu ujian atau ulangan atau kuis atau apalah itu namanya pasti tidak luput dari tindakan mencontek, gue pribadi waktu masih kuliah kadang juga mencontek pas lagi ujian, enggak kadang juga sih tapi sering. Hehehe. Jujur aja sih gue mah dari pada bohong. Berdasarkan dari pengalaman gue yang sering nyontek, gue jadi paham alibi-alibi cara mereka mencontek, ada yang mencontek dengan cara melirik-lirik jawaban teman sebelahnya, ada yang pura-pura pinjem alat tulis temennya, ada yang komat-kamit kaya dukun santet, ada juga yang membuat contekan dikertas. Yaelaah semuanya itu cuma trik klasik yang pernah gue coba, udah khatam gue trik kaya gitu mah. Namun di jaman now cara mereka mencontek jadi lebih canggih, yaitu dengan membuka smartphone, dengan begitu mereka lebih leluasa mencari jawaban dengan bantuan mbah google.

Sebagai pengawas ujian, gue harus sigap dan cepat tanggap jika melihat peserta ujian yang mencurigakan. Mata harus tetap awas melihat pergerakan. Ini memang bukan perang melainkan amanat yang mesti dilaksanakan, tapi kalau ada yang nyontek lirik-lirik dikit mah yaa gue maklumlah, nyadar diri soalnya dulu pun gue suka susah nyontek kalau pengawasnya terlalu jeli, asal enggak saling lirik-lirikan terus senyum-senyuman, terus diem-dieman, eeh ternyata udah jadian. Janganlaah... jangan ya, kasian entar guenya ikutan baper.

Selain mengawasi adek-adek mahasiswa yang imut-imut dan amit-amit yang sedang ujian, terkadang ada beberapa motif lain yang pengawas lakukan saat ujian berlangsung, pengen tau?

Pengen tau aja atau pengen tau banget?
Pengen tau benget... banget... banget... BENGEUT!

Salah satu motif yang dilakukan pengawas ujian yaitu mencari dan menandai adek mahasiswi yang cantik-cantik, nah biasanya pengawas cowok yang sering kaya gini, matanya jelalatan, enggak bisa diem liat-liatin adek mahasiswi yang cantik, pura-pura cek soal ujiannya padahal cuma pengen tau namanya doang, terus di stalking di Instagram. Selain itu ada juga pengawas yang bermotif sebagai penyambung hidup, dan menurut gue motif ini wajar-wajar aja sih, kita ngawas mahasiswa ujian gak serta-merta hanya nyawasin aja tapi juga dibayar, ada uang lelahnya, walau bayarannya enggak terlalu besar dan terlalu kecil tapi lumayanlah buat makan siang cukup untuk 2-3 hari. Diantara motif barusan menurut elu gue yang mana? tebak!.

Sebagai pengawas ujian, gue berpesan untuk adek-adek mahasiswa yang sedang melaksanakan ujian akhir semester, semangat terus jangan dikasih kendor, banyak-banyak berdoa agar dimudahkan ujiannya, ditingkatkan lagi waktu belajarnya, distop dulu maen game onlinenya (pasti bacanya sambil melotot), persiapkan alat tulis seperlunya, dan selamat mengerjakan. 😊
Share: