3/10/2015

Bersyukur

"Ih bagus banget tasnya, harganya cuma 1 juta loh, besok beli ah"
"Entar liburan jalan-jalan ke Paris deh, kayanya seru"
"Pah, tolong transferin aku uang dong 5 juta aja, aku mau mean nih sama temen"

Sungguh enaknya jika apa yang kita inginkan, yang kita butuhkan terpenuhi hanya dengan sekali ucap atau mungkin cukup dengan menunjuknya. Siapa sih yang engga mau hidup serba berkecukupan atau lebih dari cukup? gue rasa semua orang pengen seperti itu, termasuk gue sendiri. Hidup bermewah-mewahan, bermegah-megahan, punya mobil sport lusinan, rumah berhektar-hektar luasnya dan keinginan apapun itu yang membuat kepuasan gue di dunia tercukupi. Ah rasanya gue mulai menghayal.

Andai gue punya lampu wasiatnya aladin, pasti apa yang gue minta akan dikabulkan oleh si om jin yang keluar dari lampu wasiat itu.

Dueer!
"Aku beri kamu satu permintaan, monggo" ucap si om jin dengan gaya khasnya mengacungkan jempol.
"aku minta tiga permintaan lagi jin" pinta gue.
"Lah..." Om jin terbengong.

Jangankan minta uang 5 juta lebih-lebih minta pohon uangnya juga pasti dikasih ko sam si om jin. "minta apa lagi? minta mobil sport yang lebih bagus dan lebih mahal dari punya Raffi Ahmad? atau minta batu akik sekarung? Hah, urusan kecil itu mah!" sambung si om jin dengan memetikkan jarinya. Bahagia tiada tara rasanya jika keinginan gue terpenuhi hanya dengan sekali ucap. Selain soal materi mungkin si om jin juga bisa permak muka gue biar mirip sama artis korea. Jadi boyband bro?. Huaaah pasti cewek-cewek pada rebutan pengen ketemu gue, mungkin mereka ingin berfoto bareng atau mungkin mereka ingin mengatakan sesuatu "MIMPI, JANGAN NGAREP LOH! CUIH", gue dilemparin batu. Ah... beneran ngehayal gue.

Namun, nyatanya gue hanya orang biasa bukan orang super kaya berparas tampan. Wah udah bangun dari hayalan lu bro?. Untuk membeli baju pun gue mesti nunggu sebulan gajian itu pun kalo masih ada sisa dan engga ngeganggu uang "ongkos" bulan berikutnya, isi pulsa 10 ribu harus cukup buat 2 minggu. Halaah entah kapan hayalan gue jadi orang kaya dan kece jadi kenyataan. Galau menjamah

Sambil berjalan dan terus berhayal gue memandang ke atas, memikirkan kesenangan "sementara" yang nanti gue rasakan jika menjadi kaya. Tanpa awas melihat jalan kaki gue kesandung batu, bletruk! "wadaaaw" sakit banget rasanya kaki gue, jempol kaki jadi cenat-cenut dan sedikit membengkak. Gue menunduk dan melihat jempol kaki, mungkin ini peringatan, seketika gue jadi inget nasehat orang tua gue dulu. mereka pernah berkata

"Engga baik kalau selalu melihat ke atas, coba lihat ke bawah, masih banyak orang yang tidak seberuntung kita. Lihat seorang ibu yang terpaksa harus mengais rezeki dari mengoreh sampah, lihat anak kecil yang berdiri kedinginan di depan pintu mall ditengah derasnya hujan mengguyur sedang menawarkan jasa ojek payung demi mengumpulkan uang saku untuk sekolah. Dan masih banyak orang yang lebih susah dari segi materi maupun keadaan. Syukuri hidup maka semuanya akan lebih bermakna."

Sontak gue langsung terbengong dan merasa lebih sakit, bukan lagi kaki yang terasa sakit melainkan sakit yang kali ini gue rasakan terasa sangat menggumpal dalam dada hingga air mata tidak dapat lagi terbendung dan menetes, terasa sakit disini (nunjuk ke hati). Entah apa yang telah gue fikirkan sehingga gue melupakan kenikmatan yang telah Tuhan berikan, mau makan tinggal ngambil ke dapur, pengen minum air dingin tinggal ngambil di kulkas, tidur pun terasa pulas dengan kasur yang empuk sedangkan mereka belum tentu merasakan kenikmatan apa yang telah gue rasakan, lebih-lebih mungkin mereka tidak pernah merasakan kenikmatan itu. Astagfirullah, tanpa tersadar gue telah mendengarkan bisikan setan, melupakan segala kenikmatan yang telah gue rasakan, gue kufur.

Engga ada gunanya juga gue terus menyalahkan diri sendiri, kesalahan yang telah terjadi harus dijadikan luka yang tidak pernah hilang bekasnya untuk peringatan di masa yang akan datang. Tetap bersyukur atas apa yang kita rasakan, bukankah dengan bersyukur berarti menghargai diri sendiri sebagai manusia? bukannya hewan atau mahkluk fana lainnya. Dan dengan mensyukuri nikmat yang telah Tuhan berikan semoga kenikmatan tersebut menjadi bertambah. Amien.

Jangan lupa bersyukur yah bro :)

Share: 

Silahkan berkomentar dengan bijak 😊