9/27/2016

Ternyata Aku....

Sang mentari mulai berseri menawan, mengucapkan salam perpisahan pada sang rembulan, menyapa setiap insan dengan penuh kehangatan. Membangunkan aku dalam lelapnya mimpi yang tak ini aku akhiri. Waktu sudah menunjukkan pukul tujuh pagi. Ku bergegas keluar rumah untuk seseorang yang akan aku temui. Pintu rumah ku buka, mengawali langkah pertama dengan mengucap doa. Langkah demi langkah ku jalani walau hanya beralas kaki tanpa transportasi. Jalan terjal berliku dan berbatu tak menyusutkan tekadku untuk bertemu dengan mu.

Dari kejauhan, aku melihat dirimu, membuat langkahku semakin cepat melaju. Semakin dekat, semakin dekat, dan mendekat. Langkah pun terhenti, kini aku sudah berdiri tepat di depanmu. Senyum kecil diiringi wajah berseri kau suguhkan kepadaku, namun...aku hanya terpaku, diam dan membisu. Hanya getar dalam raga kian semakin menggila yang ku rasa. Kau terdiam, aku terdiam, suasana menjadi hening sepi seolah waktu pun ikut terhenti. Ingin ku ucapkan sesuatu tapi ku takut ku tak mampu. Kau masih terdiam, memandangku, menunggu sesuatu yang terucap dari bibirku. Ku beranikan diri mengatakan sesuatu kepadanya karena aku tak sanggup lagi menahan perih ini. Dengan lantang ku ucapkan

"Bu... pesen ketopraknya 1 ya bu, engga pake pedes, sama engga pake lama juga ya", ucapku dengan menahan perut yang perih dan badan gemeteran.

Ternyata...ternyata aku...aku lapar, dari semalam belum makan.
Share: 

Silahkan berkomentar dengan bijak 😊