Kamis, 06 Oktober 2016

Tempat Kerja yang Horor

Based on true story
Hari senin tepatnya pada tanggal 1 Desember 2014 adalah hari pertama gue kerja. Gue kerja sebagai Layout jurnal editor & IT Engineering di Departemen Biokimia IPB dengan status pegawai honorer, tempat gue bekerja di lantai 5 yaitu lantai paling atas. Ruangannya pun berbeda dengan ruangan pegawai yang lain, terpojok di sudut gedung, lembab, sendirian, terasingkan. Gue terkesan saat pertama kali ditunjukkan ruang kerja gue, ruangannya cukup besar namun penuh dengan debu, barang-barang rusak, tumpukan buku lapuk dan dinding yang dihiasi dengan tirai jaring laba-laba, Sekilas mirip gudang penyimpanan barang bekas tapi apa daya yang gue lihat adalah ruang kerja gue sendiri.

Baru tiga hari gue bekerja, disuatu malam saat gue tidur, gue bermimpi ada seseorang yang menuntun gue mengajak kesuatu tempat, di dalam mimpi itu gue lagi ada di tempat kerja. Seseorang tersebut menuntun ke ruangan yang dihuni oleh makhluk halus. Pertama dia mengajak ke ruang kerja gue, ditunjukkannya tempat makhluk halus itu yang berada di pojok kanan belakang meja kerja, Sesosok wanita barpakaian putih kumal dan berambut hitam panjang. Setelah itu gue diajak ke dua tempat lainnya yang berpenghuni makhluk halus yaitu ke ruangan pelayanan mahasiswa S1 dan ruang sekretaris departemen. Selepas dari mimpi itu setiap di tempat kerja gue jadi merasa ketakutan sendiri, kerja pun merasa engga nyaman. Hingga suatu ketika gue ngalamin kejadian yang ganjil.

Suara tawa perempuan dan ketukan jendela
Ini adalah kejadian horor yang pertama, saat gue tengah sibuk dengan kerjaan, tiba-tiba terdengar suara ketukan dari jendela ruang kerja gue. Kejadian tersebut kira-kira jam dua siang, dan sudah biasa pada jam tersebut di tempat kerja sudah pada sepi karena mahasiswa yang biasa nongkrong di kantin dekat ruang kerja gue sudah pada pulang. Diawali dengan suara ketukan pada jendela "Tuk...tuk...tuk", gue noleh ke belakang ke arah jendela, engga ada apa-apa dan gue anggap biasa saja, namun engga lama saat gue kembali bekerja bukan lagi suara ketukan jendela melainkan suara perempuan tertawa dari arah jendela yang sama. Mendengar suara tawa tersebut seketika bulu kuduk gue berdiri, pengen lihat ke arah jendela tapi takut muncul sesosok yang tidak ingin gue lihat namun akhirnya gue beranikan diri untuk melihatnya. Gue deketin ke arah jendela dan gue buka jendelanya, tidak ada apa-apa. walau demikian gue tetap merasa ketakutan karena tidak mungkin ada seseorang di balik jendela ruang kerja gue sebab ruangan gue ada di lantai 5 dan kalau jendela di buka langsung terlihat ke lantai 1.

Suara tangisan di samping pintu ruang kerja
Seperti biasa, kejadian ini terjadi pada jam dua siang ke atas. Saat itu gue sedang kerja, di kantin pun masih ada beberapa mahasiswa yang sedang memesan makanan. Terlihat ada seorang mahasiswi yang berjalan ke arah ruangan kerja gue, dia duduk di bangku yang ada di samping depan pintu ruangan, tidak lama saat dia duduk terdengar suara isak tangis dari mahasiswi tersebut, saat gue mendengar tangisannya, gue berfikir mungkin mahasiswi yang menangis itu sedang ada masalah dengan temannya atau dengan  dosennya atau mungkin ada kabar duka dari keluarganya, entahlah. Awalnya gue diemin namun lama kelamaan gue merasa simpati juga dan merasa kasihan, gue coba untuk menghampirinya , saat gue di depan pintu dan melihat ke arah bangku yang berada di samping pintu ruangan, gue merasa terkejut dan takut karena di bangku tersebut tidak ada seorang pun yang mendudukinya, siapa yang barusan duduk dan menangis di bangku tersebut? entahlah, pertanyaan dan rasa ketakutan menggumpal dalam fikiran, gue beranikan diri untuk kembali bekerja.

Nyanyian nike ardilla saat komputer tidak menyala
Kebiasaan gue saat sedang bekerja yaitu mendengarkan musik dan musik yang selalu gue dengarkan adalah lagu dari alm. nike ardilla, suara khas serak-serak tak berdaya yang membuat gue tenggelam dalam setiap lirik yang dinyanyikannya.

Mengapa kau nyalakan api
Cinta di hatiku
Membakar jiwa yang merana
Kata manismu
Membuatku yakin kepadamu
Hingga membuatku terlena
.....

Lagu dengan judul sandiwara cinta yang menjadi salah satu lagu favorit gue, diputar berulang-ulang. Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul setengah empat sore, awan sudah gelap, mendung pertanda sebentar lagi akan turun hujan, gue niatin untuk pulang kerja lebih awal karena pegawai yang lain pun sudah pada pulang, kantin sudah tutup, tidak ada mahasiswa seorangpun, sepi mencekam. Sebelum pulang gue sempetin untuk solat ashar, gue solat di mushola yang berada di depan ruang kerja gue, jaraknya kira-kira gue loncat juga langsung sampe. Komputer dimatikan dan bergegas untuk solat. Ketika sedang solat, gue mendengar suara lagu nike ardilla yang terakhir kali gue dengerin sebelum komputer dimatikan, suara lagu itu berasal dari ruang kerja gue. "Siapa yang menyetel lagu disaat tidak ada seorangpun ditempat kerja?", "Ruang kerja udah gue kunci dan gak mungkin ada orang yang masuk?", "Komputer udah gue matiin, masa bisa hidup sendiri?", pertanyaan silih berganti membuat solat pun menjadi tidak khusyuk, setelah selesai solat gue langsung ke ruang kerja, gue buka pintu yang masih terkunci, lagu nike ardilla pun masih terdengar di dalam, pintu dibuka dan lagunya tidak terdengar lagi, gue lihat ke sekeliling ruangan tidak ada siapa-siapa, merinding disekujur tubuh, dengan cepat gue ambil tas yang masih tersimpan di dalam ruang kerja, suara petir menggelegar membuat gue bergegas untuk pulang.

Masih banyak peristiwa menakutkan  yang gue alamin di tempat kerja, seperti: seorang wanita berpakaian putih lari ke dalam mushola tapi pas gue cek engga ada apa-apa di dalam mushola, pintu kerja gue yang dibanting padahal pintunya udah gue kunci, dan masih banyak, pengen gue tulis itu semua tapi melihat sekarang udah pukul setengah tiga sore dan suasananya pun udah sepi, senyap, gue akhiri sampai sini aja.